Standar Gaji Programmer di Indonesia

Jika anda pernah membaca tentang jadi programmer di Indonesia dari majalah, koran, atau situs survey luar negeri, hampir semuanya mencantumkan jumlah yang ‘wah’. Sebagai contoh, anda bisa buka link berikut (kompas.com): Ini Dia Rata-rata Gaji Pekerja IT di Indonesia.
Dalam artikel tersubut, kompas mengutip hasil survey situs zdnet.com. Hasilnya? Saya akan tampilkan kesini:

Sesuai dengan layaknya dunia kerja, semakin berpengalaman, anda akan dibayar semakin besar. Sebagai contoh, saya akan ambil Gaji Application Development dan Web Development, yang kira-kira bisa diartikan sebagai programmer desktop dan programmer web. Dengan gaji sekitar 41 juta setahun (untuk pengalaman 0 -5 tahun), setiap bulan anda akan menerima 41/12 = 3,4 Juta per bulan. Cukup lumayan. Survey ini dilakukan di tahun 2011. Dengan mempertimbangkan inflasi dan kenaikan harga, angkanya bisa kita anggap 4jt/bulan. Untuk yang lebih berpengalaman bisa mencapai 6 – 11 juta sebulan.

Kenyatannya?

Tabel diatas berasal dari survey yang dilakukan oleh situs asing, kita tidak tahu darimana dan siapa yang di survey. Bagaimana dengan kenyataannya? Gaji programmer di Indonesia sebenarnya lebih rendah daripada itu.
Anda bisa membaca curhat programmer di kompasiana, dan sub forum kaskus ini. Saya yakin merekalah yang sudah berpengalaman menjadi pekerja programmer. Hasilnya? Yup, untuk fresh graduate kebanyakan dibayar ‘hanya’ sebesar UMR, berkisar dari 1,5 jt hingga 2,5jt. Kenapa bisa begini? Banyak alasannya.
Alasan pertama adalah di Indonesia belum banyak perusahaan besar IT. Kebanyakan industri IT/Programming hanyalah start-up yang memiliki dana terbatas. Oleh karena itu anda juga dibayar ‘seadanya’. Bisanya akan ada bonus setiap selesai proyek. Jika bekerja di perusahaan seperti ini, jam kerjanyanya juga tidak jelas. Jika tidak ada job kita serasa nganggur, namun jika lagi banyak, terpaksa tidur di kantor untuk mengejar deadline.
Bagaimana dengan kantor perwakilan Google dan Microsoft di Indonesia? Saya ragu mereka butuh programmer. Kantor-kantor seperti itu lebih banyak ke arah bisnis daripada riset dan pengembangan (yang butuh programmer). Jika pun perlu, rasanya tidak butuh banyak. Alasan kedua adalah karena kurangnya standar kemampuan lulusan sarjana ilmu komputer/TI di Indonesia

Kalau Cuma Gaji UMR, Buat Apa Jadi Programmer?

Kita tidak bisa menyalahkan industri yang membayar kecil programmer. Yang berlaku adalah hukum ekonomi. Jika penawaran sedikit dan jasa programmer banyak, tentunya harus berani bersaing. Jadi, apakah tidak ada harapan untuk calon programmer?
Selama ada niat, tekad, dan kemauan, tentu peluang besar ada di depan mata. Salah satu solusi, anda bisa bekerja di perusahaan asing. Di ‘luar’, programmer memang lebih dihargai, tentunya karena perkembangan industri di sana lebih maju. Yang paling dekat bisa coba ambil job di singapura.
Peluang kedua adalah menjadi freelance. Loh? Kenapa? Jika anda yakin dengan skill dan kemampuan, langsung saja coba bersaing dengan programmer-programmer luar. Sebagai contoh, coba kunjungi situs codecanyon.net. Ini adalah tempat jual beli kode program. Anda bisa menjual hasil karya ‘coding’ disini, dan pembelinya berasal dari seluruh dunia.
Suka membuat theme wordpress? Bisa coba lempar ke themeforest.net, standar harga 1 theme sekitar US $40 – 50, yakni sekitar 550rb – 700rb. Jika mampu terjual 10 saja setiap bulan, anda sudah mengantongi 7jt/bulan (terlepas dari skema bagi hasil di situs tersebut). Bagaimana jika setiap bulan anda bisa membuat 1 theme baru? Tinggal di kalikan saja.
Programmer adalah pekerjaan paling fleksibel. Anda bisa bekerja di perusahaan, ataupun bekerja sendiri. Jika bekerja sendiri (freelance), kita juga tidak perlu kantor, bisa bekerja dari rumah selama terkoneksi ke internet.
Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan anda tentang gaji programmer di Indonesia. Walaupun terkesan hightech, tapi dari segi gaji tidak berbeda dengan pekerjaan ‘standar’ lain. Oleh karena hal ini pula banyak lulusan komputer ‘meninggalkan’ programming untuk mengejar karir di dunia Perbankan atau PNS.
Semoga kedepannya Industri Kreatif yang berbasiskan IT lebih banyak hadir di Indonesia, yang dengan sendirinya akan membutuhkan banyak programmer. Tapi apakah anda sudah punya skill dan kemampuan untuk bersaing.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »